Jumat, 28 Oktober 2011

Misi NATO di Libya Berakhir 31 Oktober


BERLIN, KOMPAS.com — Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan mengakhiri misinya di Libya akhir bulan ini dan tidak akan memainkan peranan besar di negara itu setelah konflik, kata Sekretaris Jendral NATO Anders Fogh Rasmussen, Kamis (27/10/2011).

Keputusan Dewan Keamanan PBB, Kamis, untuk membatalkan mandat NATO bagi misi militer tujuh bulan yang berujung pada penggulingan Mommar Khadafy memberi aliansi itu alasan kuat untuk mengakhiri misinya di Libya, kata Rasmussen. Para duta besar dari 28 negara anggota NATO dijadwalkan bertemu di Brussel, Jumat ini, untuk mengesahkan keputusan awal yang dicapai sepekan lalu untuk mengakhiri misi di Libya pada 31 Oktober. "Besok (hari ini) kami akan mengonfirmasi dan mensahkan keputusan itu," kata Rasmussen.

Ketika ditanya mengenai peranan mendatang NATO di Libya, Rasmussen mengatakan, "Saya tidak memperkirakan peranan besar NATO di Libya pada masa pascakonflik. Jika diminta, kami bisa membantu pemerintah baru Libya dalam perubahan menuju demokrasi, misalnya dengan reformasi sektor pertahanan dan keamanan. Namun saya tidak memperkirakan tugas baru di luar itu," tambahnya.

Dewan Keamanan PBB memutuskan membatalkan mandat NATO meski pemerintah sementara Libya meminta DK menunggu keputusan Tripoli apakah akan meminta bantuan NATO mengamankan perbatasannya. Libya era Khadafy digempur pasukan internasional sesuai dengan mandat PBB yang disahkan pada 17 Maret. Sebanyak 21 kapal NATO berpatroli aktif di Laut Tengah sebagai bagian dari penegakan embargo senjata terhadap Libya. Aliansi 28 negara itu sejak 31 Maret juga memimpin serangan-serangan udara terhadap pasukan darat rejim Khadafy.

Resolusi 1973 DK PBB disahkan ketika kekerasan dikabarkan terus berlangsung di Libya dengan laporan-laporan mengenai serangan udara oleh pasukan Khadafy, yang membuat marah Barat. Khadafy (68), pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa dan bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak, diumumkan tewas oleh Dewan Transisi Nasional (NTC) pada Kamis pekan lalu.

Keresahan internasional semakin meningkat berkaitan dengan kondisi tidak jelas seputar kematian Khadafy yang tampaknya dieksekusi, setelah kota asalnya Sirte dikuasai pasukan NTC pada Kamis. Sejumlah pihak, termasuk Ketua Komisi HAM PBB Navi Pillay, menyerukan penyelidikan untuk mengetahui kebenaran seputar kematian orang kuat Libya itu.
READ MORE - Misi NATO di Libya Berakhir 31 Oktober

Libya Janji Adili Pembunuh Khadafy

BENGHAZI, KOMPAS.com — Penguasa baru Libya mengatakan, Kamis (27/10/2011), mereka akan mengusut pembunuh mantan pemimpin Libya Moammar Khadafy menyusul kecaman internasional atas kematiannya.


"Berkenaan dengan Khadafy, kami tidak akan menunggu siapa pun untuk memberitahu kami," kata Abdel Hafiz Ghoga, wakil pemimpin Dewan Transisi Nasional (NTC) pada konferensi pers di Benghazi.

"Kami telah melakukan penyelidikan. Kami telah mengeluarkan kode etik dalam menangani tawanan perang. Ada beberapa pelanggaran oleh orang-orang, yang sungguh disayangkan menyebut dirinya sebagai revolusioner. Saya yakin itu aksi individual dan bukan aksi revolusioner atau tentara nasional," kata pejabat penting pemerintah sementara itu.

"Kami telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa suatu pelanggaran hak asasi manusia akan diselidiki oleh NTC. Siapapun yang bertanggung jawab atas hal itu (pembunuhan Khadafy) akan diadili."

Ghoga, yang berbicara dalam bahasa Arab, Khadafy dan diterjemahkan oleh seorang penerjemah pemerintah, sedang menanggapi pertanyaan khusus mengenai kematian Khadafy dan kemungkinan penganiayaan Khadafy .

Pernyataannya itu dibuat ketika NATO mempertimbangkan kemungkinan peran baru di Libya menyusul kematian Khadafy yang kontroversial. Sementara Prancis mengatakan PBB akan mengadakan pemungutan suara, Kamis, untuk mengakhiri mandat aliansi itu untuk melakukan perang udara di Libya pada 31 Oktober.

PBB dengan suara bulat, Kamis, telah mengesahkan resolusi yang mengakhiri mandat NATO itu.
Kegelisahan global meningkat perihal bagaimana Khadafy menemui ajalnya di tangan tentara NTC, yang menangkapnya di luar sebuah gorong-gorong  tempat ia bersembunyi menyusul serangan udara NATO.

Gambar video ponsel menunjukkan ia masih hidup pada waktu itu.
Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Rabu, telah menyampaikan rasa muaknya kepada media global atas liputannya mengenai kematian pemimpin terguling itu.

"Hampir seluruh keluarga Khadafy tewas. Jenazahnya ditayangkan semua saluran televisi dunia. Anda tidak dapat menyaksikan tanpa rasa muak," kata Putin sebagaimana dikutip oleh kantor-kantor berita.
"Buat apa itu?" kata Putin. "Mereka menunjukkan seorang pria berdarah, terluka, masih hidup tapi dipukuli hingga tewas. Dan mereka menaruh itu semuanya di layar."
READ MORE - Libya Janji Adili Pembunuh Khadafy

Gempa 5,6 SR Guncang Ambon


AMBON, KOMPAS.com — Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,6 skala Richter mengguncang Kota Ambon, Maluku, Sabtu (29/10/2011) sekitar pukul 06.50 WIT.

Kepala Stasiun Geofisika Ambon Benny Sipolo mengatakan, gempa tersebut terletak pada lokasi 2,91 Lintang Selatan, 129,67 Bujur Timur pada 185 km timur laut Ambon dengan kedalaman 25 km.

Sipolo mengatakan, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Stasiun Geofisika Ambon, katanya, intensif memantau perkembangan gempa karena beberapa  wilayah, seperti Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, dan Saumlaki (Kabupaten Maluku Tenggara Barat) termasuk daerah rawan gempa karena hampir setiap hari terjadi gempa berkekuatan 2-3 SR.

Sedangkan kepulauan yang rawan gempa antara lain Pulau Ambon, Pulau Seram, dan Pulau Buru.

Menurut Sipolo, Maluku merupakan salah satu daerah rawan gempa dan tsunami karena terletak pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni Pasifik, Indo-Australia, dan Eurasia. Lempeng Indo-Australia masuk ke bawah Eurasia, bertemu dengan Lempeng Pasifik sehingga mengakibatkan patahan yang tidak beraturan.

Hingga kini belum ada gempa yang berpotensi tsunami di Maluku, katanya.

Gempa-gempa yang terjadi di wilayah-wilayah di Maluku kebanyakan tremor, yakni lokal dangkal yang terus-menerus dan kekuatannya berkisar tiga hingga empat Modified Mercally Intensity (MMI), kata Sipolo.

READ MORE - Gempa 5,6 SR Guncang Ambon

Entri Populer